Posted by : Admin 6 November 2010

Bab II. Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia
Perang dunia kedua terjadi pada tahun 1939 sampai tahun 1945. Pihak-pihak yang berperang dalam perang dunia kedua ini adalah kelompok negara-negara poros (Jerman, Italia dan Jepang) dengan kelompok negara-negara sekutu (antara lain Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Belanda, Denmark dan Norwegia). Secara garis besar perang ini terbagi dalam perang di kawasan Eropa dan kawasan Asia Pasifik. Di Eropa Perang ini diawali oleh serangan Jerman ke Polandia pada tanggal 1 September 1939. Serangan ini telah memicu berbagai peperangan lain di kawasan Eropa. Di sisi lain, Jepang, yang berada di kawasan Asia pasifik, secara tiba-tiba mengebom pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour (Hawaii) pada 7 Desember 1941. Jepang dalam waktu yang relatif singkat berhasil menduduki basis militer Amerika Serikat dan
sekutunya di Asia-Pasifik. Beberap kepulauan di Lautan Pasifik dan daerah jajahan Inggris, Perancis, dan Belanda di Asia Timur dan Asia Tenggara diduduki. Jepang memang telah lama bercita-cita membentuk imperiuam Asia Timur Raya. Perang Dunia kedua ini telah membawa pengaruh yang besar bagi Indonesia.

A. Perang Dunia II di Daratan Eropa

Seperti telah disebut pada 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia. Serangan ini menandai munculnya Perang Dunia II. Pendudukan Jerman atas Polandia menjadi ancaman bagi Uni Sovyet. Oleh karena itu, Uni Sovyet menyerang Polandia dari arah Timur. Tujuan serangan Uni Sovyet adalah untuk
membendung ancaman atau gerakan tentara Jerman ke daerah di sebelah Timur Polandia. Akhirnya, Polandia diduduki oleh Jerman dan Uni Sovyet. Sedangkan Inggris dan Perancis tidak mampu menolong Polandia, meskipun kedua negara itu telah menyatakan perang kepada Jerman pada 3 September 1939. Pada tanggal 10 Mei 1940, Jerman menyerbu Belanda, Belgia, dan Luxemburg. Serangan ini dilanjutkan ke Perancis pada awal bulan Juni 1940, melalui kota Sedan Perancis yang diserang dari Utara dan Selatan tidak dapat mempertahankan diri dari serangan Jerman. Oleh karena itu, Jenderal de Gaulle melarikan diri ke Inggris untuk membentuk pemerintahan pengasingan di London, Inggris. Jerman melanjutkan pertempuran di front Barat dengan menyerbu Inggris. Usaha Jerman untuk menguasai Inggris mengalami kegagalan karena beberapa sebab, di antaranya:

  1. wilayah Inggris terpisah dari daratan Eropa sehingga Jerman tidak dapat menyerang Inggris secara langsung,
  2. Inggris memiliki angkatan perang yang lebih baik dibandingkan negara-negara Eropa daratan, dan
  3. Inggris mendapat bantuan peralatan perang dari Amerika Serikat.
Atas dasar kenyataan itu, Jerman bersama-sama dengan Italia dan Jepang menandatangani pakta pertahanan militer pada tanggal 27 September 1940, yang berisi kesepakatan untuk saling membantu apabila salah satu dari mereka diserang oleh negara lain. Di samping front Barat, Perang Eropa juga terjadi di front Timur dengan pusat peperangan di wilayah yang memisahkan Jerman dan Uni Sovyet. Pada tanggal 22 Juni 1941, Jerman melancarkan serangan ke arah Timur dengan tujuan untuk menguasai Uni Sovyet. Tampak jelas serangan yang dilakukan Jerman ke wilayah Eropa Barat bagian Selatan. Sasaran serangan Jerman adalah Perancis. Sasaran utama serangan Jerman adalah Uni Sovyet. Namun, Uni Sovyet tidak tinggal diam dan melancarkan serang ke arah barat.

Sovyet dengan Perancis dan Inggris menjadi lebih dekat, sehingga kekuatan lawan menjadi lebih kuat.

B. Perang Pasifik dan Pengaruhnya Bagi Indonesia

1. Perang Pasifik

Perang Eropa kemudian berubah menjadi Perang Dunia II, setelah Jepang membombardir Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Hancurnya Pearl Harbour, memudahkan Jepang untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu membentuk Persekmakmuran Asia Timur Raya.
Daerah-daerah di Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia berhasil diduduki oleh Jepang. Jepang dengan mudah menguasai daerah-daerah di Asia Timur dan Asia Tenggara. Seolah-olah, Jepang tidak mendapat perlawanan yang berarti dari negara-negara Barat (Inggris, Perancis, Belanda, dan Amerika Serikat) untukmenguasai daerah-daerah Asia Tenggara. Jepang mulai mengalami kesulitan, setelah Amerika Serikat menarik sebagian pasukannya dari Eropa. Pada bulan Mei 1942, serangan Jepang terhadap Australia dapat dihentikan karena tentara Jepang menderita kekalahan dalam pertempuran Laut Koral (Karang). Serangan Jepang terhadap Hawai juga dapat digagalkan oleh tentara Amerika Serikat dalam pertempuran di Midway pada bulan Juni 1942. Pada bulan Agustus 1942, pasukan Amerika Serikat mendarat diGuadalkanal (Kepulauan Solomon) dan pada bulan Februari 1943, tentara Jepang telah dipukul mundur dari sana dengan menderita kerugian yang sangat besar.
Sejak tahun 1943, Jepang harus merubah strategi perangnya dariofensif (menyerang) menjadi defensif (bertahan). Pendek kata, kendali Perang Pasifik mulai dipegang Amerika Serikat. Artinya, Amerika Serikatlah yang menentukan waktu serangan akan dilakukan. Sedangkan Jepang sebagai pihak yang mulai terdesak hanya bisa menunggu dan berusaha untuk mempertahankan wilayah yang telah didudukinya.


2. Menjelang berakhirnya Perang Pasifik dan Pengaruhnya bagi Indonesia

Jepang secara perlahan, tapi pasti harus mengakui keunggulan Amerika Serikat di setiap medan pertempuran. Pada bulan Februari 1944, pasukan Amerika Serikat berhasil mengusir tentara Jepang dari Kwayalein di Kepulauan Marshall. Pasukan Sekutu terus bergerak menuju ke Jepang sebagai pusat kekuatannya. Pada bulan Juni 1944, pasukan pengebom B-29 Amerika Serikat mulai berhasil melumpuhkan pasukan Jepang di beberapa daerah yang strategis. Bahkan, Angkatan Laut Jepang berhasil dilumpuhkan oleh pasukan
Sekutu di Laut Filipina. Pada bulan Juli 1944, Jepang harus kehilangan pangkalan Angkatan Laut di Saipan (kepulauan Mariana). Ketika pasukan Jepang kewalahan menghadapi pasukan sekutu, Jepang kemudian berusaha mendapatkan dukungan dan bantuan daerah jajahan untuk keperluan perang. Oleh karena itu
Jepang kemudian mengadakan mobilisasi politik dan ekonomi wilayah jajahan, termasuk wilayah
jajahan Indonesia. Mobilisasi politik dilakukan dengan cara membentuk organisasi militer dan semi militer.
Organisasi militer dan semi militer itu antara lain Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), Jawa Hokokai, Gerakan Tiga A dan Pusat Tenaga Rakyat (Putera). Semua organisasi itu dibentuk oleh Jepang dengan harapan dapat mendukung Jepang dalam perangnya melawan pasukan sekutu.
Di samping itu, untuk semakin menarik simpati rakyat Indonesia agar mendukung Jepang dalam Perang Asia Timur Raya, Jepang memberikan ‘janji kemerdekaan di kemudian hari’. Indonesia pun dijanjikan akan diberikan kemerdekaan di kemudian hari. Untuk itu Jepang kemudian membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Dalam bahasa Jepang BPUPKI disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Untuk melanjutkan tugas-tugas persiapan kemerdekaan Indonesia, BPUPKI kemudian diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dalam bahasa Jepang PPKI disebut dengan Dokuritsu Junbi Inkai. Untuk semakin meyakinkan rakyat Indonesia, Komando Tentara Jepang wilayah Selatan menyepakati bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan pada tanggal 7 September 1945. Bahkan, beberapa pemimpin Indonesia (diantaranya Sukarno) diundang pemerintah Jepang untuk menerima informasi tersebut.

Blog Archive

- Copyright © Belita Unik -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -